Selasa, 18 November 2008

MikroTik

MikroTik RouterOS™, merupakan system operasi Linux base yang diperuntukkan
sebagai network router.

Didesain untuk memberikan kemudahan bagi penggunanya. Administrasinya bisa
dilakukan melalui Windows application (WinBox).

Selain itu instalasi dapat dilakukan pada Standard computer PC. PC yang akan
dijadikan router mikrotikpun tidak memerlukan resource yang cukup besar untuk
penggunaan standard, misalnya hanya sebagai gateway.

Untuk keperluan beban yang besar ( network yang kompleks, routing yang rumit dll)
disarankan untuk mempertimbangkan pemilihan resource PC yang memadai. Fasilitas
pada mikrotik antara lain sebagai berikut :

- Protokoll routing RIP, OSPF, BGP.

- Statefull firewall

- HotSpot for Plug-and-Play access

- remote winbox GUI admin

Lebih lengkap bisa dilihat di www.mikrotik.com.


Meskipun demikian Mikrotik bukanlah free software, artinya kita harus membeli
licensi terhadap segala fasiltas yang disediakan.

Free trial hanya untuk 24 jam saja. Kita bisa membeli software mikrotik dalam
bentuk CD yang diinstall pada Hard disk atau disk on module (DOM). Jika kita
membeli DOM tidak perlu install tetapi tinggal menancapkan DOM pada slot IDE PC
kita.



Langkah-langkah berikut adalah dasar-dasar setup mikrotik yang dikonfigurasikan
untuk jaringan sederhana sebagai gateway server.



1. Langkah pertama adalah install Mikrotik RouterOS pada PC atau pasang DOM.

2. Login Pada Mikrotik Routers melalui console : MikroTik v2.9.7 Login: admin
Password:

Sampai langkah ini kita sudah bisa masuk pada mesin Mikrotik. User default
adalah admin dan tanpa password, tinggal ketik admin kemudian tekan tombol
enter.

3. Untuk keamanan ganti password default

[admin@Mikrotik] > password old
password: ***** new password: ***** retype new password: ***** [admin@
Mikrotik]] >

4. Mengganti nama Mikrotik Router, pada langkah ini nama server
akan diganti menjadi “Cyborg”

[admin@Mikrotik] > system identity set name=Cyborg

[admin@Cyborg] >

5. Melihat interface pada Mikrotik Router

[admin@Mikrotik] >
interface print Flags: X - disabled, D - dynamic, R - running # NAME TYPE
RX-RATE TX-RATE MTU 0 R ether1 ether 0 0 1500 1 R ether2 ether 0 0 1500

[admin@Mikrotik]
>

6. Memberikan IP address pada interface Mikrotik.

Misalkan ether1 akan kita
gunakan untuk koneksi ke Internet dengan IP 192.168.0.1 dan ether2 akan kita
gunakan untuk network local kita dengan IP 172.16.0.1

[admin@Cyborg] > ip
address add address=192.168.0.1 netmask=255.255.255.0 interfac e=ether1

[admin@Cyborg]
> ip address add address=172.16.0.1 netmask=255.255.255.0 interfac e=ether2


7. Melihat konfigurasi IP address yang sudah kita berikan

[admin@Cyborg] >ip
address print Flags: X - disabled, I - invalid, D - dynamic # ADDRESS NETWORK
BROADCAST INTERFACE 0 192.168.0.1/24 192.168.0.0 192.168.0.63 ether1 1
172.16.0.1/24 172.16.0.0 172.16.0.255 ether2

[admin@Cyborg] >

8. Memberikan default Gateway, diasumsikan gateway untuk koneksi internet adalah 192.168.0.254


[admin@Cyborg] > /ip route add gateway=192.168.0.254

9. Melihat Tabel routing
pada Mikrotik Routers

[admin@Cyborg] > ip route print Flags: X - disabled, A -
active, D - dynamic, C - connect, S - static, r - rip, b - bgp, o - ospf #
DST-ADDRESS PREFSRC G GATEWAY DISTANCE INTERFACE 0 ADC 172.16.0.0/24 172.16.0.1
ether2 1 ADC 192.168.0.0/26 192.168.0.1 ether1 2 A S 0.0.0.0/0 r 192.168.0.254
ether1

[admin@Cyborg] >

10. Tes Ping ke Gateway untuk memastikan konfigurasi
sudah benar

[admin@Cyborg] > ping 192.168.0.254 192.168.0.254 64 byte ping: ttl=64
time<1 ms 192.168.0.254 64 byte ping: ttl=64 time<1 ms 2 packets transmitted, 2
packets received, 0% packet loss round-trip min/avg/max = 0/0.0/0 ms

[admin@Cyborg] >

11. Setup DNS pada Mikrotik Routers

[admin@Cyborg] > ip dns set primary-dns=192.168.0.10
allow-remoterequests= no

[admin@Cyborg] > ip dns set secondary-dns=192.168.0.11
allow-remoterequests= no

12. Melihat konfigurasi DNS

[admin@Cyborg] > ip dns
print primary-dns: 192.168.0.10 secondary-dns: 192.168.0.11
allow-remote-requests: no cache-size: 2048KiB cache-max-ttl: 1w cache-used:
16KiB

[admin@Cyborg] >

13. Tes untuk akses domain, misalnya dengan ping nama
domain

[admin@Cyborg] > ping yahoo.com 216.109.112.135 64 byte ping: ttl=48
time=250 ms 10 packets transmitted, 10 packets received, 0% packet loss
round-trip min/avg/max = 571/571.0/571 ms

[admin@Cyborg] > Jika sudah berhasil
reply berarti seting DNS sudah benar.

14. Setup Masquerading, Jika Mikrotik akan
kita pergunakan sebagai gateway server maka agar client computer pada network
dapat terkoneksi ke internet perlu kita masquerading.

[admin@Cyborg] > ip
firewall nat add action=masquerade outinterface= ether1 chain: srcnat

[admin@Cyborg] >

15. Melihat konfigurasi Masquerading

[admin@Cyborg] ip firewall nat print
Flags: X - disabled, I - invalid, D - dynamic 0 chain=srcnat
out-interface=ether1 action=masquerade

[admin@Cyborg] >

Setelah langkah ini bisa
dilakukan pemeriksaan untuk koneksi dari jaringan local. Dan jika berhasil
berarti kita sudah berhasil melakukan instalasi Mikrotik Router sebagai Gateway
server. Setelah terkoneksi dengan jaringan Mikrotik dapat dimanage menggunakan
WinBox yang bisa di download dari Mikrotik.com atau dari server mikrotik kita.
Misal Ip address server mikrotik kita 192.168.0.1, via browser buka
http://192.168.0.1 dan download WinBox dari situ.



Jika kita menginginkan client
mendapatkan IP address secara otomatis maka perlu kita setup dhcp server pada
Mikrotik. Berikut langkah-langkahnya :

1.Buat IP address pool /ip pool add name=dhcp-pool
ranges=172.16.0.10-172.16.0.20

2. Tambahkan DHCP Network dan gatewaynya yang
akan didistribusikan ke client Pada contoh ini networknya adalah 172.16.0.0/24
dan gatewaynya 172.16.0.1 /ip dhcp-server network add address=172.16.0.0/24
gateway=172.16.0.1

3. Tambahkan DHCP Server ( pada contoh ini dhcp diterapkan
pada interface ether2 )

/ip dhcp-server add interface=ether2 address-pool=dhcp-pool


4. Lihat status DHCP server

[admin@Cyborg] > ip dhcp-server print Flags: X -
disabled, I - invalid # NAME INTERFACE RELAY ADDRESS-POOL LEASE-TIME ADD-ARP 0 X
dhcp1 ether2 Tanda X menyatakan bahwa DHCP server belum enable maka perlu
dienablekan terlebih dahulu pada langkah 5.

5. Jangan Lupa dibuat enable dulu
dhcp servernya

/ip dhcp-server enable 0 kemudian cek kembali dhcp-server seperti
langkah 4, jika tanda X sudah tidak ada berarti sudah aktif.

6. Tes Dari client

0 komentar:

g4nd1 cu_t3 © 2008 Por *Templates para Você*